Bauran Energi: Warga Turut Menentukan Arah Transisi Energi Indonesia.
Bayangkan sekelompok warga biasa dipilih lewat undian, berkumpul, mempelajari sebuah isu kebijakan, lalu bermusyawarah untuk membuat rekomendasi kebijakan. Kenalin, itu namanya citizens' assembly, atau Majelis Publik. Kali ini, Majelis Publik akan digelar serentak di 3 kota untuk membahas satu pertanyaan besar soal energi — dan kami mengajak organisasi/komunitasmu untuk jadi kolaborator penyelenggaranya.
“Apakah kita perlu transisi energi?”
Digelar serentak di Padang, Kupang, dan Ambon — pendaftaran kolaborator dibuka 21–28 September 2026.
Sekelompok warga biasa dipilih lewat undian, berkumpul, mempelajari sebuah isu kebijakan, lalu bermusyawarah untuk membuat rekomendasi kebijakan bersama. Ada beberapa perbedaan mendasar antara Majelis Publik dengan forum kebijakan lainnya:
| Kategori | Bukan Majelis Publik | Ini baru Majelis Publik |
|---|---|---|
| Bentuk forum | Forum Konsultasi Publik — konsultatif dan reaktif; diskusi kadang tidak terarah, peserta hanya mendengar, dan sekadar meminta feedback. | Terfasilitasi dan deliberatif — diskusi didampingi fasilitator untuk mencari jalan tengah yang akan disepakati bersama. |
| Peserta | Musrenbang — representasi elitis; didominasi tokoh masyarakat, kelompok kepentingan, dan birokrat. | Representasi demografis — warga biasa berusia 18+ tahun diundi sebagai cerminan nyata keragaman populasi. |
| Pilihan kebijakan | Forum Konsultasi Publik — solusi sepihak dari pemerintah yang butuh divalidasi warga. | Warga turut berkolaborasi menyusun opsi kebijakan yang didasarkan dari pengalaman dan pengetahuan warga. |
Sebelumnya, pada Agustus 2026, Bijak Memantau sudah melaksanakan Majelis Publik di Jakarta untuk membahas prioritisasi warga yang tinggal di hunian publik bersama 45+ warga dan Bappeda DKI Jakarta. Edisi awal ini berhasil membuat miniatur yang mendekati demografi keseluruhan warga Jakarta — pendekatan forum yang memastikan keragaman peserta ini ternyata bisa mengembalikan rasa kepemilikan warga serta menghilangkan kesan elitis terhadap proses pengambilan keputusan.
Miniatur demografi peserta Majelis Publik Jakarta, Agustus 2026.
“…Dari sini saya jadi merasa, wah ternyata eksistensi, pemikiran, pengalaman saya penting untuk didengar dan dipertimbangkan!”— perwakilan warga Jakarta Barat
Pembahasan transisi energi jarang mempertimbangkan aspirasi warga biasa. Kadang pembahasannya terkesan 'elitis' karena bahasa dan istilahnya cukup teknis dan jauh dimengerti orang biasa, dan prosesnya cenderung terpusat di Ibu Kota.
Padahal, transisi energi punya peran penting dalam hajat hidup warga di seluruh Indonesia, mulai dari bayar tagihan listrik di rumah sampai ongkos jalan ke tempat kerja. Warga perlu terlibat menentukan pilihan energi apa yang dibutuhkan dan memastikan dampak negatifnya paling minim bagi mereka.
Urusan paling mendasar hidup kita masih 80% ditopang oleh energi fosil (batu bara untuk listrik dan minyak bumi untuk transportasi) yang sewaktu-waktu ketersediaannya bisa terganggu akibat perang dan ketersediaan sumber daya.
Majelis Publik adalah wadah untuk bereksperimen dan mencoba pendekatan baru dalam proses perumusan kebijakan yang benar-benar melibatkan warga. Sebagai kolaborator, organisasi/komunitasmu akan mendapatkan:
Kalau kota/provinsi tempat organisasimu belum masuk ke dalam salah satu dari tiga kota ini, kamu masih bisa mendaftar untuk jadi kolaborator Bijak Memantau di sesi-sesi Majelis Publik lainnya!
Kolaborator akan terlibat langsung dalam:
Kolaborator memfasilitasi dan menciptakan suasana yang nyaman (di grup WhatsApp, sesi luring, serta sesi daring) agar juri warga leluasa menyampaikan ide, sekaligus memastikan mereka mendapatkan informasi dasar tentang:
Kolaborator bersama Bijak Memantau menyelenggarakan sesi belajar secara luring sebanyak 3 kali. Kolaborator bertugas untuk:
Kolaborator bertugas dalam:
Kolaborator bertugas merangkum hasil deliberasi menjadi dokumen yang ringkas serta merangkum keseluruhan proses diskusi.
Penjelasan yang lebih rinci serta panduan lebih spesifik dapat kamu baca di dokumen playbook, serta akan dijelaskan lebih lanjut pada sesi ngobrol dengan tim Majelis Publik.
Pendaftaran terbuka untuk organisasi masyarakat sipil & komunitas orang muda di Padang, Kupang, dan Ambon — dibuka 21–28 September 2026.
Padang, Kupang, dan Ambon — satu komunitas terpilih per kota.
Komunitas terpilih mendapat pendanaan pelaksanaan program yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.